Berita Acemark



news
HAK MEREK BENSU DIPEREBUTKAN
2019-04-15 00:00:00

      


Dunia selebritis tanah air saat ini tumbuh dengan pesat seiring perubahan zaman. Setiap hari bisa dijumpai wajah-wajah pendatang baru di layar kaca baik itu penyanyi, bintang iklan atau pemain sinetron. Ada yang karirnya bisa langgeng dan bertahan lama namun ada pula yang meredup lalu tidak terdengar lagi keberadaannya. Menyikapi hal ini, artis dan pembawa acara televisi Ruben Onsu sepertinya telah menyiapkan strategi seperti rekan-rekannya sesama artis yaitu dengan berbisnis. Salah satunya yang Ruben Onsu jalani adalah membuka usaha kuliner restoran “Geprek Bensu" dan kini yang belum lama dibuka yaitu “Bensu Bakso By Ruben Onsu”. Dalam artikel ini penulis akan lebih fokus membahas aspek hukum dari bisnis kuliner ayam geprek milik suami artis Sarwendah serta ayah dari Thalia Putri Onsu yang pernah penulis sambangi restorannya beberapa waktu silam.

Di tahun 2018 yang lalu, publik mendengar berita kalau Ruben Onsu menggugat seseorang yang ternyata juga sama-sama menggunakan nama Merek “Bensu”. Berdasarkan penelusuran di situs Pengadilan Jakarta Pusat yang dilakukan penulis, gugatan diajukan oleh Ruben Onsu di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan Nomor Perkara 48/Pdt.Sus-HKI/Merek/2018/PN NIaga Jkt.Pst tertanggal 25 September 2018 dimana Ruben Samuel Onsu bertindak sebagai Penggugat, Jessy Handalim selaku Tergugat serta Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan HAM Republik Indonesia menjadi Turut Tergugat. Sidang perdana telah digelar pada hari Kamis 11 Oktober 2018 dan pada hari Kamis pula yang bertepatan dengan Hari Kasih Sayang 14 Februari 2019 telah mencapai agenda Putusan.

Fathtlurachman, S.H., M.M., selaku Direktur Merek pada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan HAM Republik Indonesia mengungkapkan bahwa Merek “Bensu” telah terdaftar lebih dahulu atas nama Jessy Handalim yang tak lain adalah pemilik kedai “Bengkel Susu” yang beralamat di Bandung sejak tahun 2015, sementara mantan presenter “Ceriwis” di salah satu stasiun tv swasta nasional itu baru mencoba mendaftarkan Merek “Bensu” tiga tahun berselang pada 2018. Sertifikat Merek “Bensu”-nya Jessy Handalim telah diberikan oleh Ditjen HKI pada tanggal 7 Juni 2018 dan berlaku selama 10 tahun hingga tanggal 3 September 2025 semenjak Jessy Handalim mengajukan pendaftaran pada tanggal 3 September 2015. Ditambahkan Dirjen HKI bahwa saat Jessy Handalim mendaftarkan Merek “Bensu” di tahun 2015 tersebut, pihaknya telah melakukan proses publikasi dan ternyata tidak ada keberatan dari pihak-pihak lain.

Kuasa Hukum Ruben Onsu Minola Sebayang mengatakan gugatan diajukan pada Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dikarenakan nama “Bensu” memang telah lama melekat dengan diri Ruben Onsu. Menurutnya, pengesahan Merek “Bensu” versi Jessy Handalim oleh Ditjen HKI adalah Perbuatan Melawan Hukum karena sesuai dengan Pasal 21 ayat (2) UU No. 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis bahwasannya permohonan pendaftaran Merek harusnya ditolak kalau menyerupai nama atau singkatan orang terkenal. “Ruben Onsu itu sudah dari dulu memang dikenal sebagai Bensu”, kata Minola. Selain di Indonesia, Ruben juga turut mendaftarkan Mereknya ke negara-negara lain seperti Malaysia, Australia, Hongkong, dan Belanda.

Merek “Bensu” yang memiliki kepanjangan “Bengkel Susu” milik Jessy Handalim dalam laman situs WIPO Indonesia Trademark Database beralamat di Jl. Andir Gg. Swadaya III No. 230/78 Bandung, Jawa Barat dengan No. Agenda IDM 000622427 dengan tanggal registrasi 7 Juni 2018 untuk di Kelas Barang 43 dengan status terakhir “awaiting court action 5-10-2018”. Masih dalam situs yang sama Ruben Onsu mendaftarkan Merek “Bensu” di Kelas Barang 43 dengan No. Registrasi J002017041752 dengan status terakhir “examined 12-9-2018”.

Analisa Hukum:

Merujuk pada ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual (HKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan Pasal 21 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis pada alinea (1) yang berbunyi: “Permohonan ditolak jika Merek tersebut mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan Merek terdaftar milik pihak lain atau dimohonkan lebih dahulu oleh pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis; Merek terkenal milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis; Merek terkenal milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa tidak sejenis yang memenuhi persyaratan tertentu; atau Indikasi Geografis terdaftar. Dalam kasus ini persamaan pada pokoknya pada kesamaan Merek yang keduanya memakai nama “Bensu”, meskipun kita dapat membedakan antara Merek “Geprek Bensu” milik Ruben Onsu menggunakan logo atau gambar ayam pada produknya, sedangkan pada Merek “Bengkel Susu” milik Jessy Handalim menggunakan logo atau gambar sapi.

Di Indonesia dikenal menganut sistem pendaftaran yang disebut dengan “First To File” yang dapat diartikan bahwa hak atas suatu Merek diberikan kepada pihak yang mendaftarkan pertama kali sehingga di Ditjen HKI Merek “Bengkel Susu” milik Jessy Handalim telah terlebih dulu terdaftar daripada Merek “Geprek Bensu” milik Ruben Onsu. Kita harus dapat membedakan antara pengertian prinsip pengguna pertama (First To Use) dengan “First To File”. Prinsip “First To Use” berlaku ketika Indonesia menggunakan UU No. 21/1961 tentang Merek Perusahaan dan Merek Perniagaan. Prinsip itu memiliki kelemahan karena banyak orang yang mengaku sebagai pengguna pertama dan menuding pihak lain sebagai penirunya. Sedangkan pada prinsip “First To File” yang kita anut sekarang dan memiliki relevansi dengan keadaan terkini sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Kemudian pada Gugatan yang dilayangkan Ruben Onsu yang pada tanggal 14 Februari 2019 telah diputus Majelis Hakim dengan putusan bahwa gugatan tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijk verklaard). Secara singkat dapat dijelaskan mengapa sampai putusan suatu Gugatan bisa N.O menurut M. Yahya Harahap dalam bukunya Hukum Acara Perdata di halaman 811 dijelaskan bahwa berbagai macam cacat formil yang mungkin melekat pada Gugatan antara lain: gugatan yang ditandatangani kuasa berdasarkan surat kuasa yang tidak memenuhi syarat yang digariksan (sesuai Pasal 123 ayat (1) HIR; gugatan tidak memiliki dasar hukum; gugatan error in persona dalam bentuk diskualifikasi atau plurium litis consortium; dan gugatan mengandung cacat obscuur libel, nebis in idem atau melanggar yurisdiksi (kompetensi) absolut atau relatif. Dasar putusan N.O dapat pula dilihat dalam Yurisprudensi Mahkamah Agung RI No. 1149/K/Sip/1975 tanggal 17 April 1975 juncto Putusan Mahkamah Agung RI No. 565/K/Sip/1973 tanggal 21 Agustus 1973 juncto Putusan Mahkamah Agung RI No. 1149/K/Sip/1979 tanggal 7 April 1979 yang menyatakan bahwa terhadap objek gugatan yang tidak jelas, maka gugatan tidak dapat diterima.

Sebagai penutup, dapat pula mengambil suatu penyelesaian atau alternatif berupa pengalihan hak yang diupayakan sebagai win-win solution bagi pihak-pihak yang bersengketa. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis di Pasal 41 ayat (1) yang berbunyi hak atas Merek terdaftar dapat beralih atau dialihkan karena pewarisan, wasiat, wakaf, hibah, perjanjian atau sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan. Pada ayat (3) disebutkan Pengalihan Hak atas Merek terdaftar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diimohonkan pencatatannya kepada Menteri. Pada ayat (4) Permohonan pengalihan Hak atas Merek sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disertai dengan dokumen pendukungnya. Di ayat (5) Pengalihan Hak atas Merek terdaftar yang telah dicatat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diumumkan dalam Berita Resmi Merek. Pasal (6) menjelaskan Pengalihan Hak atas Merek terdaftar yang dicatatkan tidak berakibat hukum pada pihak ketiga. Pada ayat (7) Pencatatan pengalihan Hak atas Merek sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai biaya dan ayat (8) Pengalihan Hak atas Merek sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan pada saat proses Permohonan pendaftaran Merek.

 

Sumber-sumber:

 

https://nasional.kontan.co.id/news/merek-bensu-jadi-rebutan-ini-kata-ditjen-hki

https://www.wipo.int/branddb/id/en/#

http://sipp.pn-jakartapusat.go.id/index.php/detil_perkara

UU RI No. 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis 

https://www.hukumonline.com/berita/baca/hol21333/perebutan-merek-serba-cantik-berlanjut-ke-ma

https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt54f3260e923fb/arti-putusan-niet-ontvankelijke-verklaard-no



logo

Chambers Asia's Leading Lawyers 2010 Band 3 for Intellectual Property



Berita Acemark


HAK MEREK BENSU DIPEREBUTKAN
- 2019-04-15 00:00:00

Dunia selebritis tanah air saat ini tumbuh dengan pesat seiring perubahan zaman. Setiap hari bisa dijumpai wajah-wajah pendatang baru di layar kaca baik itu penyanyi, bintang iklan atau pemain sinetron.


MANTAN PERSONEL MEMPERSOALKAN HAK CIPTA ATAS LOGO GRUP MUSIK SLANK
- 2019-04-15 00:00:00

Siapa yang tidak mengenal grup musik “SLANK”? Salah satu kelompok musik legendaris tanah air yang telah berdiri sejak tahun 1983 di Jakarta dan telah meluncurkan banyak album serta memiliki basis penggemar yang disebut Slankers.


Sengketa Merek Sepatu Onitsuka Tiger
- - 2017-06-16 00:00:00

Pernahkah anda mendengar Merek sepatu Onitsuka Tiger? konon katanya wisatawan yang bepergian ke Jepang serasa belum ke Jepang bila belum membeli sepatu Onitsuka Tiger.


PEREDARAN PARFUM MEREK "AXE" PALSU
- - 2017-03-22 00:00:00

Pemalsuan Produk di dalam negeri kini kian marak, tidak saja merugikan produsen produk asli, tapi juga berpengaruh kepada perekonomian secara menyeluruh.


Ditjen KI Meluncurkan Aplikasi Online Untuk Perpanjangan Merek Terdaftar dan Pendaftaran Hak Cipta
- - 2016-05-17 00:00:00

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia meluncurkan aplikasi daring atau online untuk perpanjangan merek terdaftar.