Berita Acemark



news
Sengketa Merek Sepatu Onitsuka Tiger
- 2017-06-16 00:00:00

Pernahkah anda mendengar Merek sepatu Onitsuka Tiger? konon katanya wisatawan yang bepergian ke Jepang serasa belum ke Jepang bila belum membeli sepatu Onitsuka Tiger. Sepatu brand Jepang ini nyaman dipakai dengan harga terjangkau. Onitsuka belakangan menggugat pengusaha Jakarta. Nama Onitsuka merupakan nama yang diambil dari pendirinya, Kihachiro Onitsuka pada 1949. Pada 1977, perusahaan itu bergabung dengan GTO Co Ltd dan Jelenk LTD menjadi ASICS Corporation. ASICS sendiri merupakan akronim dari Anima Sana In Corpore Sano. Kata Tiger juga menempel di logo ASICS TIGER.

Sepatu Onitsuka sudah tersebar ke berbagai negara, seperti Kanada, Amerika Serikat, Brasil, Eropa, Australi, China, Hong Kong dan sebagainya. Dalam perkembangannya, ASICS telah mengembangkan berbagai sepatu dengan berbagai logo yang terdaftar. Promosi juga terus dilaksanakan, hingga level Olimpiade. Tapi siapa sangka Merek sepatu Onitsuka Tiger untuk wilayah Republik Indonesia Theng Tjhing Djie dan Liog Hian Fa adalah pemilik Merek tersebut, sebagaimana berita terbaru yang dimuat Detik.com tertanggal selasa 06 Juni 2017 Mahkamah Agung Menolak Permohonan Kasasi yang diajukan oleh ASICS TIGER selaku pemilik Merek Onitsuka Tiger di wilayah Jepang dan beberapa Negara Lainnya.

Berdasarkan dokumen putusan kasasi yang dikutip dari website MA, Selasa (6/6/2017), Djie dan Fa mendapatkan hak merek itu dari Yap Mun Yong. Di mana Yong sendiri mendapatkan hak merek itu dari Hendri Handoyo Yahya. Hak merek yang kini dikantongi Djie dan Fa itu sudah didaftarkan di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) sejak 1980 untuk merek ASICS TIGER dan turunannya. Untuk merek sepatu itu mengantongi sertifikat yang telah terbit sejak tanggal 31 Agustus 1984, sedangkan logo terdaftar di Kemenkum HAM sejak 9 Agustus 1994.

Selain itu, Djie dan Fa juga menyatakan sebagai pencipta atas logo ASICS TIGER berdasarkan bukti akta notaris pada 7 Desember 1986. Djie dan FA mengaku telah memproduksi 80 ribu pasang sepatu sejak Maret 2009 hingga September 2012, dengan keuntungan Rp 60 ribu per pasang. Sehingga kurun waktu tersebut, Djie dan Fa mengantongi keuntungan Rp 4,8 miliar. Oleh sebab itu, Djie dan Fa kaget bila digugat oleh ASICS TIGER sehingga mengajukan gugatan balik immateril total Rp 6 miliar. Atas argumen itu, Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) tidak menerima gugatan ASICS TIGER. Gugatan balik Djie dan FA pun juga tak diterima. Putusan itu dikuatkan oleh Mahkamah Agung (MA).

Lalu bagaimana sebenarnya asal-usul Onitsuka Tiger dari Jepang? Nama Onitsuka merupakan nama yang diambil dari pendirinya, Kihachiro Onitsuka pada 1949. Pada 1977, perusahaan itu bergabung dengan GTO Co Ltd dan Jelenk LTD menjadi ASICS Corporation. ASICS sendiri merupakan akronim dari Anima Sana In Corpore Sano. Kata Tiger juga menempel di logo ASICS TIGER. Merek itu telah terdaftar di Jepang sejak 1972. Sepatu Onitsuka sudah tersebar ke berbagai negara, seperti Kanada, Amerika Serikat, Brasil, Eropa, Australi, China, Hong Kong dan sebagainya. Dalam perkembangannya, ASICS telah mengembangkan berbagai sepatu dengan berbagai logo yang terdaftar. Promosi juga terus dilaksanakan, hingga level Olimpiade.

Analisa Hukum.

Bahwa putusan Mahkamah Agung terkait sengketa Merek Onitsuka bukan tidak beralasan hukum, mengingat sistem pendaftaran Merek di Indonesia adalah sistem First to file. Sistem First-to-file berarti bahwa pendaftaran suatu merek hanya akan diberikan kepada pihak yang lebih dahulu mengajukan permintaan pendaftaran untuk sebuah Merek, dan Negara tidak memberikan pendaftaran untuk merek yang memiliki persamaan dengan merek yang diajukan lebih dahulu tersebut kepada pihak lain untuk barang/jasa sejenis dimana jelas dalam kasus ini Djie dan Fa sudah melakukan pendaftaran Merek Onitsuka Tiger pada Kementerian Hukum dan Ham sejak tahun 1980 dan telah memproduksi Sepatu dengan Merek Onitsuka Tiger sampai saat ini.

suatu merek hanya akan memperoleh perlindungan hukum jika merek tersebut telah terdaftar di Direktorat Merek, Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI), Kementrian Hukum dan HAM R.I. (Ditjen HKI). Pendaftaran merek melahirkan hak ekslusif kepada pemilik merek untuk dalam jangka waktu tertentu (selama 10 tahun, dan bisa diperpanjang setiap sepuluh tahun sekali) menggunakan sendiri merek tersebut atau memberi ijin kepada pihak lain untuk menggunakan mereknya tersebut melalui suatu perjanjian.

Selain untuk memperoleh hak eksklusif tersebut di atas, mengapa suatu merek sangat perlu untuk didaftarkan di Indonesia, alasannya adalah sebagai berikut:

  • Pemilik pendaftaran merek dapat melarang ataupun melakukan tindakan hukum baik secara perdata maupun pidana terhadap pihak lain yang menggunakan, mengedarkan, memperdagangkan atau memproduksi suatu merek yang sama untuk produk/jasa yang sejenis tanpa ijin si pemilik pendaftaran merek sebagaimana ketentuan undang-undang No. 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis;
  • Tanpa pendaftaran merek, pemilik tidak dapat melakukan peneguran ataupun tindakan hukum seperti tersebut diatas.
  • Sumber:

    - https://news.detik.com/berita/3521284/ini-alasan-merek-sepatu-onitsuka-tiger-dikantongi-orang-jakarta

    - Undang-undang No. 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis.



    logo

    Chambers Asia's Leading Lawyers 2010 Band 3 for Intellectual Property



    Berita Acemark


    HAK MEREK BENSU DIPEREBUTKAN
    - 2019-04-15 00:00:00

    Dunia selebritis tanah air saat ini tumbuh dengan pesat seiring perubahan zaman. Setiap hari bisa dijumpai wajah-wajah pendatang baru di layar kaca baik itu penyanyi, bintang iklan atau pemain sinetron.


    MANTAN PERSONEL MEMPERSOALKAN HAK CIPTA ATAS LOGO GRUP MUSIK SLANK
    - 2019-04-15 00:00:00

    Siapa yang tidak mengenal grup musik “SLANK”? Salah satu kelompok musik legendaris tanah air yang telah berdiri sejak tahun 1983 di Jakarta dan telah meluncurkan banyak album serta memiliki basis penggemar yang disebut Slankers.


    Sengketa Merek Sepatu Onitsuka Tiger
    - - 2017-06-16 00:00:00

    Pernahkah anda mendengar Merek sepatu Onitsuka Tiger? konon katanya wisatawan yang bepergian ke Jepang serasa belum ke Jepang bila belum membeli sepatu Onitsuka Tiger.


    PEREDARAN PARFUM MEREK "AXE" PALSU
    - - 2017-03-22 00:00:00

    Pemalsuan Produk di dalam negeri kini kian marak, tidak saja merugikan produsen produk asli, tapi juga berpengaruh kepada perekonomian secara menyeluruh.


    Ditjen KI Meluncurkan Aplikasi Online Untuk Perpanjangan Merek Terdaftar dan Pendaftaran Hak Cipta
    - - 2016-05-17 00:00:00

    Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia meluncurkan aplikasi daring atau online untuk perpanjangan merek terdaftar.